Ramli
Berikut ini cara - cara dan tips memegang DSLR yang baik dan benar.


Dari gambar di atas dapat dilihat tangan kiri memegang kamera, sambil jari-jari memegang grip zoom lensa.tangan kanan memegang bagian shutter kamera, disini tangan kanan berfungsi untuk mengatur setting kamera. Kedua siku menekan tubuh, posisi ini berfungsi agar kamera tidak banyak goyang, karena ada tumpuan di badan kita. Pastikan memegang kamera memandu mata kita pada obyek yang akan di ambil.

Cara diatas juga benar cara diatas akan lebih memudahkan untuk memprtahankan kamera dari getaran tubuh kita, kita boleh sesekali menggunakan posisi ini untuk menggambil gambar yang menggunakan shutter speed lambat, seperti foto landscape, karena dengan posisi ini kamera akan lebih stabil. Cara memegang kamera yang salah

Dari gambar di atas kita bisa melihat teknik memegang kamera yang salah,dimana dengan posisi itu kamera kita akan rawan sekali terkena goncangan sehingga susah untuk mendapatkan hasil gambar yang tajam.jangan lupa gantung kamera kita dileher, disini fungsi strap kamera untuk menahan kamera saat terlepas dari tangan kita. Cara memegang kamera secara vertikal Untuk menghasilkan gambar kita tidak monoton memegang kamera secara hotisontal, suatu saat kita pasti memegang kamera secara vertikal untuk memberikan efek lain pada hasil foto kita, selain itu teknik memegang seperti ini biasa digunakan untuk foto potrait. Dibawah ini adalah gambar memegang kamera yang benar dan yang salah.

Di gambar atas fotografer memegang kamera dengan tumpuan kedua sikunya pada tubuhnya disini.dengan posisi ini kamera akan lebih stabil. Dengan tangan kiri memegang lensa dan jari pada ulir lensa, tangan kanan memegang shutter dan untuk setting kamera. Pada gambar sebelah kiri, ini slah satu teknik memegang kamera yang kurang benar,dimana tumpuan kamera hanya pada tangan kiri saja, kesalahan ini sering sekali kita lakukan, sehingga susah menghasilkan gambar yang tajam.saya sendiri dulu seting melakukan kesalahan ini karena lebih nyaman seperti ini,tapi sekarang ini lebih mudah karena saya sudah memasang baterai grip, sehingga posisi seperti itu jarang saya gunakan.
Dilihat dari gambar di atas kaki kiri di depan kaki kanan, kuda-kuda ini berfungsi agar kita tidak mudah jatuh dan tentu saja untuk menjaga kestabilan kamera.jangan sesekali memposisikan kaki seperti gambar sebelah kirio, karena sengan posisi itu tubuh kita akan mudah sekali goyang. Cara memegang kamera SLR saat kita mengambil pada posisi rendah atau jongkok.

Gambar diatas memperlihatkan cara memegang kamera disaat posisi rendah.perhatikan dengan seksama, dari 3 gambar diatas, tumbuan tanagn selalu ada pada kaki,tentu saja tumpuan itu berguna untuk mempertahankan kestabilan kamera.

Dapat dilihat pada kedua gambar diatas. posisi tumpuan tangan.pada gambar sebelah kanan,menunjukkan tumpuan tangan ada di kaki, sedang gambar yang satu lagi. Kaki di luruskan sehingga tidak ada tumpuan pada tangan kita. Gunakan benda benda skitar kita untuk menambah kestabilan memegang kamera. Banyak benda yang bisa gunakan sebagai tumpuan, bisa dinding, mobil, pohon, tiang listrik, apa saja yang bisa membantu kstabilan kamera.

Cara memegang kamera saat sedang tiarap. Tentunya kita tau untuk menghasilkan gambar tidak melulu mengambil dari angel yang sama, kita perlu mengambil dari beberapa angel untuk menghasilkan gambar yang bagus. Kadang kala kita perlu tiarap di lantai. Maka untuk memegang kamera saat tiarappun dibutuhkan tumpuan yang kuat pada tangan untuk menjaga kestabilan kamera.

Dapat kita lihat, untuk mempertahankan kestabilan kamera kita harus menggunakan siku, jangan menggunakan badan kita sebagai tumpuan,karena akan mudah goyang.
Sumber 
»»  READMORE...
Ramli
Dalam bidang fotografi, lensa merupakan alat vital dari kamera yang berfungsi memfokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap. Terdiri atas beberapa lensa yang berjauhan yang bisa diatur sehingga menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang berbeda.
Gambar
Di bagian luar lensa fotografi biasanya ditempatkan tiga cincin pengatur, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.
  • Focus => Adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa terhadap gambar.
  • Diafragma => berfungsi seperti pupil dalam mata. Diafragma berguna untuk mengatur cahaya yang akan masuk ke dalam kamera. Jika cahaya terang, maka diafragma akan menyempit. Jika cahaya redup, maka diafragma melebar. Cahaya yang masuk ke dalam kamera membentuk gambar pada film. Bayangan benda yang terbentuk harus jatuh pada film dalam kamera tersebut.
Dan definisi secara umum dari lensa itu ialah alat untuk melengkapi untuk mengambil sebuah gambar dan alat paling vital pada kamera. Tanpa lensa kamera tidak akan menangkap dan merekam gambar. Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya dan mengantarkannya ke dalam badan kamera. Di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin panjang focus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma dan cincin focus.
Pada permukaan lensa juga di lengkapi sebuah lapisan yang dibuat dari uap logam (coating). Lapisan coating berfungsi untuk menghilangkan efek flare yang di dapat ketika melawan matahari. Sehingga para fotografer tidak takut memandang matahari melalui kameranya. Coating juga berguna untuk menghilangkan efek kabur atau sering juga di sebut blur yang di dapat dalam sebuah foto.
Dalam dunia fotografi ada berbagai jenis lensa. Setiap jenis mempunyai keistimewaan untuk merekam sebuah gambar dan memberikan efek serta karakteristik masing-masing yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan fotografer.

Berikut berbagai jenis-jenis lensa dan kegunaannya :

1.     Lensa Kit (standar/normal)
Gambar 
Lensa ini juga disebut lensa normal, berukuran 50-55mm dan memberikan karakter bidikan natural. Gambar yang dihasilkan tidak akan beda jauh dengan apa yang dilihat oleh mata. sebuah lensa yang memetakan citra yang nampak seperti perspektif pandang normal mata manusia. Pemetaan perspektif tersebut didapat karena panjang fokus lensa sebanding dengan jarak diagonal bidang fokal dengan sudut pandang diagonal sekitar 53 derajat.

2.     Lensa Wide Angle (Lensa Sudut Lebar)
Gambar
Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil dari ukuran sebenarnya. Dengan lensa jenis ini, kita dpat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengna lensa kit (standar) di dalam ruangan. Semakin pendek jarak fokusnya maka semakin lebar pandangannya. lensa dengan panjang fokus lebih pendek daripada lensa normal, sesuai dengan ukuran bingkai citra pada bidang film pada kamera film, maupun dimensi sensor foto pada bidang fokal pada kamera digital. Menurut standar fotografi, lensa normal adalah lensa yang mempunyai panjang fokus mendekati panjang diagonal bidang fokal. Lensa sudut lebar dengan panjang fokus yang lebih pendek akan memproyeksikan lingkaran citra yang lebih besar ke bidang fokal.  UKuran lensa ini beragam mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm dan 35 mm

3.     Lensa Tele
Gambar

Lensa tele merupakan kebalikan dari lensa Wide Angle. Fungsi lensa ini untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan pandangan sekitarnya. Namun, hal ini tidak menjadi masalah karenan lensa tele memang di gunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada objek yang di tujunya. Lensa ini digunakan oleh fotografer unutk untuk memotret objek dari jarak jauh, seperti foto candid atau landscape.
Berikut sedikit biography dari lensa Tele : adalah lensa dengan konstruksi panjang yang lebih pendek daripada panjang fokusnya sehingga mengakibatkan pusat optis (en:optical center) berada di luar badan lensa. Sebuah lensa tele dapat dikenali dengan adanya susunan lensa yang disebut telephoto group yang didesain untuk jarak fokus (en:focal length) yang jauh.
Telephoto group adalah lensa komposit yang ditemukan oleh Peter Barlow. Sebuah lensa regular yang mempunyai panjang lensa lebih pendek daripada panjang fokusnya, tidak selalu berupa lensa tele. Tetapi pada kenyataan sebuah lensa dengan panjang fokus di atas 280mm selalu dikatakan lensa tele. Jika sebuah lensa kamera berada pada panjang fokus 200mm dan terfokus ke jarak tak terhingga, exit pupil tersebut berada pada jarak 200mm dari bidang fokal dan pupil tersebut menjadi pusat optis lensa. Ketika panjang fokus lensa ini bertambah, panjang fisik badan lensa akan bertambah panjang jika lensa ini bukan lensa tele. Namun tidak demikian dengan lensa tele, susunan lensa telephoto group membuat cahaya yang dilewatkan oleh kata depan, seakan-akan berasal dari kata dengan panjang fokus yang sangat panjang sebelum diteruskan ke bidang fokal karena sifat fokus negatif susunan lensa ini. Lensa tele terberat yang pernah ada, dibuat oleh Carl Zeiss dengan panjang fokus 1700mm f/4 dengan panjang badan lensa 425mm dan berat 256 kg. Didesain untuk kamera medium format Hasselblad 203 FE.

4.     Lensa Zoom
Gambar

Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle dan lensa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Lensa zoom banyak digunakan sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai yang dibutuhkannya.
Berikut definisi dan biography dari lensa variable atau sering disebut lensa zoom : Lensa variabel (en:varifocal lens, zoom lens) adalah lensa yang tidak dapat mempertahankan bidang fokus pada saat terjadi perubahan panjang fokus karena posisi bidang fokal juga ikut tergeser, sehingga diperlukan pemfokusan ulang setiap terjadi perubahan panjang fokus. Panjang fokus dari lensa variabel tidak tunggal, tetapi dapat diubah-ubah pada rentang tertentu dari nilai minimum ke nilai maksimumnya. Ukuran lensa variabel sering ditentukan dengan rasio dari panjang fokus lensa yang terpanjang dan terpendek, misalnya sebuah lensa dengan panjang fokus 100mm ke 400mm, dijelaskan sebagai 4:1 atau “4x” zoom. Dengan teknologi pengembangan lensa yang modern, degradasi mutu citra yang dihasilkan oleh lensa variabel, dibandingkan dengan lensa prima, sangatlah minim. Hal ini berbeda dengan sekitar 20 tahun yang lalu, ketika dengan pertimbangan untuk mempertahankan mutu citra, banyak fotografer profesional saat itu memilih untuk bekerja dengan tidak mengandalkan lensa variabel. Walaupun demikian, masih dikatakan bahwa hingga tahun 2009, belum ada lensa variabel dengan ukuran di atas 3x yang dapat menandingi lensa prima dalam hal mutu citra. Tentu hal ini bergantung juga pada kepiawaian seorang fotografer dalam mengatur cahaya, mempertahankan stabilitas kamera dari goncangan selama waktu pajanan dan olah digital.

5.     Lensa Super Zoom
Gambar

Lensa superzoom (superzoom lens, hyperzoom lens) adalah lensa fotografi dengan faktor panjang fokus (focal length factor) yang sangat besar, lebih besar dari 4x. Faktor panjang fokus dapat berkisar hingga 15x zoom pada kamera refleks lensa tunggal dan 26x pada kamera digital, hingga 100x pada kamera televisi profesional.

6.    Lensa Tetap
Gambar

Lensa tetap (prime lens) adalah lensa dengan panjang fokus tunggal. Lensa tetap sering dikatakan mempunyai nilai lebih pada ketajaman hasil citra. Dengan ukuran yang lebih kecil, lensa tetap mempunyai bobot yang lebih ringan dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan lensa zoom pada mutu yang sama. Lensa prima juga mempunyai kelebihan pada kecepatan lensa dan dengan diameter tingkap yang besar (nilai bukaan yang kecil), sebuah lensa tetap menjadi lebih handal untuk digunakan pada pemotretan low light photography dan menimbulkan efek blur dengan kedalaman ruang yang rendah.
Dalam bahasa Inggris, istilah prime dalam konteks lensa telah digunakan sebagai lawan kata zoom. Sebuah lensa prima dengan panjang fokus tunggal dan lensa zoom dengan panjang fokus variabel.

7. Lensa Fish eye (Lensa mata ikan)
Gambar

Lensa Fish Eye merupakan lensa Wide Angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan dari lensa ini akan cenderung melengkung, terdistorsi menjadi oval dan terlihat seperti gepeng.
Berikut biography dari lensa fish eye / mata ikan : Lensa mata ikan (fisheye lens) adalah lensa sudut lebar dengan sudut pandang hemisperis yang sangat lebar. Lensa mata ikan pertama kali didesain dan dikembangkan guna kepentingan meteorologi untuk mempelajari barisan awan dan pertama kali disebut “whole-sky lenses”, lensa mata ikan menjadi populer pada fotografi umum karena distorsi citranya yang khas.

8. Lensa fokus tunggal (lensa fixed)

Gambar

Lensa fokus tunggal (fixed focus lens) adalah lensa dengan bidang fokus tunggal, biasanya disetel pada jarak hiperfokal. Lensa fokus tunggal didesain untuk mencapai jarak fokal (focal distance) yang maksimum sehingga kedalaman ruang dapat mencapai rentang dari jarak dekat hingga jarak terjauh (jarak hiperfokal).

9. Lensa Fokus halus
Gambar

Lensa fokus halus (soft focus lens) adalah lensa dengan aberasi speris. Soft focus adalah sebuah efek pada fotografi yang disebabkan oleh blur akibat aberasi speris lensa. Sebuah lensa fokus halus didesain untuk menimbulkan efek blur tersebut namun tetap menjaga ketajaman setiap garis dari subyeknya. Efek soft focus yang ditimbulkan oleh lensa ini tidak sama dengan efek out of focus yang disebabkan posisi subyek di luar bidang fokus.
Contoh lensa fokus lunak adalah Canon EF 135mm f/2,8 with Softfocus[5] dan Pentax SMC 28mm f/2,8 FA Soft Lens. Keduanya dilengkapi dengan sistem pengaturan aberasi speris, jika aberasi speris tersebut dimatikan, lensa akan menghasilkan citra dengan fokus yang tajam seperti lensa lain pada umumnya.

10. Lensa parfokal

Gambar

Lensa parfokal (parfocal lens, true zoom lens) adalah sebuah lensa yang mempertahankan ketajaman bidang fokusnya walaupun terjadi perubahan panjang fokus lensa.

11. AMBIGUITAS

Gambar

Istilah prime lens pada awalnya mempunyai arti lensa utama pada sebuah kombinasi sistem lensa.Ketika sebuah lensa digunakan bersamaan dengan misalnya teleconverter, lensa tersebut sering disebut prime lens yang berarti lensa yang utama, dan teleconverter sebagai komponen tambahan (en:auxiliary). Beberapa pabrikan lensa seperti ARRI Media, ISCO Precision Optics, Schneider Kreuznach, Carl Zeiss, Canon masih memasarkan produk lensa variabel mereka dengan istilah variable prime sehingga dapat menimbulkan kesan seakan-akan produk tersebut berupa lensa parfokal.

Dan di bawah ini adalah statistic perbandingan untuk Lensa :

Lensa normal standar untuk berbagai format film dalam fotografi:
Format film
Dimensi citra
Diagonal citra
Panjang fokus normal lensa
9.5 mm Minox 8 × 11 mm 13.6 mm 15 mm
Half-frame 24 × 18 mm 30 mm 30 mm
APS C 16.7 × 25.1 mm 30.1 mm 28 mm, 35 mm
135, 35mm 24 × 36 mm 43.3 mm 45 mm, 50 mm
120/220, 6 × 4.5 (645) 56 × 42 mm 71.8 mm 75 mm
120/220, 6 × 6 56 × 56 mm 79.2 mm 80 mm
120/220, 6 × 7 56 × 68 mm 88.1 mm 90 mm
120/220, 6 × 9 56 × 84 mm 101.0 mm 105 mm
120/220, 6 × 12 56 × 112 mm 125.0 mm 120 mm
large format 4 × 5 sheet film 96 × 120 mm (image area) 153.7 mm 150 mm
large format 5 × 7 sheet film 120 × 170 mm (image area) 208.0 mm 210 mm
large format 8 × 10 sheet film 194 × 245 mm (image area) 312.5 mm 300 mm
Panjang fokus normal untuk kamera 35 mm dengan diagonal bidang fokal 43 mm pada umumnya adalah 50 mm, namun nilai antara 40 and 58 mm masih dianggap normal.
Nilai 50 mm dipilih oleh Oskar Barnack, pendiri camera Leica sebagai titik temu antara nilai teoritis dan ketajaman citra yang baik, disaat teknologi lensa pada saat itu membutuhkan lensa dengan panjang fokus yang lebih panjang untuk mendapatkan ketajaman citra yang optimal.
»»  READMORE...
Ramli
Kita perlu setidaknya mempelajari dasar fotografi, seperti Bagaimana cara memegang kamera yang benar, teknik foto landscape dan portrait yang benar serta bagaimana pengaruh diafragma dalam teknik fotografi. Bandingan anda belajar otodidak dari buku, internet atau video sangat berbeda hasilnya dibandingkan dengan praktik memotret langsung di lapangan dengan bimbingan ahlinya. Belajar memotret seharusnya ada seseorang yang bisa membimbing dan memberika kita tips bagaimana anda bisa menjadi fotografer yang handal dan profesional. Ada berbagai macam teknik fotografi yang mendasar di dunia ini. Lain teknik nya, lain juga tingkat kesulitannya. Mulai dari tingkat kesulitan yang rendah, sampai teknik yang memerlukan skill fotografi yang tinggi. Disini saya akan sedikit membagikan mengenai macam-macam Teknik Dasar Fotografi Keren dengan Kamera DSLR.

Teknik Dasar Fotografi Keren dengan Kamera DSLR 


Berikut Teknik Dasar Fotografi Keren dengan Kamera DSLR, silahkan anda simak kemudian bisa anda pelajari tekhnik ini.

1. Teknik Depth of field (ruang tajam)
 

Hal-hal yang mempengaruhi teknik fotografi ruang tajam adalah:
- Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit) 
- Bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit)
- Jarak fokus lensa /focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur) 

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlycAzqKmgZO4S8DwWNCQnhxzRAST8r9rlgMqf1R9jr3fzEoHAra_ABVUOkHqr12SFEmHM3stbVKoAGjx3oq3Zthr8IClZG_CVsjHDIXWRZDXblIEWx2j3brbBOGDB1xHaaC6_PfHSgkMI/s1600/DOF.jpg 
 
Hal yang mempengaruhi Depth Of Field:
*Jarak antara foreground dan background akan membuat DOF yang berbeda pula, semakin jauh jarak antara foreground dan background akan membuat DOF sempit (blurnya banyak), dan semakin dekat jarak antara foreground dan background akan membuat DOF luas (blurnya sedikit).
*Aperture atau bukaan diafragma juga mempengaruhi DOF, jika menggunakan bukaan diafragma yang besar misalnya f/1.8 maka akan membuat DOF sempit (blurnya banyak), dan jika menggunakan bukaan diafragma yang kecil misalnya f/22 maka akan membuat DOF luas (blurnya sedikit)

Ini sedikit gambaran tentang DOF, coba perhatikan penggunaan aperture/diafragma yang digunakan.


2. Teknik Slow & Stop Action 

Salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan / menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik . Stop action kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih. Akan tetapi seperti yang pernah dibahas sebelumnya tentang shutter speed, semakin cepat shutter speed maka semakin banyak pula cahaya yang dibutuhkan. Jadi carilah suatu tempat yang terang, atau anda bisa menaikan ISO untuk mendapatkan foto yang tidak gelap. 

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrU2dEShT72ITZlxe_yuGkA37MRT9TJCHQPgBknwlZTrWQn17qkW3Loo3WYeT8bbpGY5ZkQgstYqbFUYAJhoDBL62199xdO5q-VJIs20eLp_sz0m0YzXbrUQNTGJwDhRBNuZn0uX_CVVQ/s320/applebullet.jpg

3. Teknik Bulb


Kecepatan rana (shutter speed) dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama. Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod. Misalnya, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.

  

 

4. Teknik Panning 

Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik. Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga). 

 

5. Teknik Zooming 

Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom. Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga)
Data teknis:

- Kamera : Nikon D5100  
- Lensa : 28 – 80 Nikkor D  
- Shutter Speed : 5 (with flash) 
- Diafragma : 3.5 - ISO : 400 

6. Teknik Silhouette 

Silhouette atau biasa disebut siluet adalah foto dengan obyek yang gelap total namun background yang terang, sehingga yang terlihat adalah bentuk dari objek utama tadi.
Contoh foto Silhouette:



Cara mengambil foto siluet dengan cara, mematikan flash anda dan mencari suatu tempat yang dimana background lebih terang daripada objeknya, dan saya biasanya menggunakan mode A (aperture priority) dan mengatur exposure sesuai dengan keadaan cahaya dilapangan. Saya memilih mode ini supaya lebih tajam dalam pengambilan backgroundnya juga.

Sumber 1
Sumber 2 
»»  READMORE...